√ Perbedaan Antara Ejaan Van Ophuijsen, Ejaan Suwandi, Dan EYD « KlikBuzz
Blogging Tutorial !Dapatkan panduan blogging lengkap di sini

Perbedaan Antara Ejaan Van Ophuijsen, Ejaan Suwandi, Dan EYD

Perbedaan Antara Ejaan Van Ophuijsen, Ejaan Suwandi, Dan EYD – Berikut ini Perbedaan Antara Ejaan Van Ophuijsen, Ejaan Suwandi, Dan EYD yang akan admin update. yuk langsung aja cek

cara menambah batas file upload size limit wordpress

Perbedaan Antara Ejaan Van Ophuijsen Ejaan Suwandi Dan EYD

1 Ejaan Van Ophuijsen mempunyai ciri-ciri khusus diantaranya:
1) Masih menggunakan huruf/ j/ untuk bunyi huruf /y/ seperti contoh yang atau Sayang ditulis dengan jang, sajang.
2) Masih menggunakan huruf /oe/ untuk untuk bunyi huruf /u/ seperti kata itu dan guru ditulis dengan itoe dan guroe.
3) Masih Menggunakan Tanda diakritik, seperti koma ain /’/ seperti contoh ma’moer, ‘akal, dan huruf /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata misalnya bapa’,ta’
4) Jika pada suatu kata berakhir dengan huruf /a/ mendapat akhiran /i/, maka di atas akhiran itu diberi tanda trema /’/ ta’, pa’, dinamai’
5) Huruf /c/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ diatasnya.
6) Kata ulang diberi angka 2, misalnya: jalan2 (jalan-jalan)
7) Kata majemuk dirangkai ditulis dengan 3 cara :
a. Dirangkai menjadi satu, misalnya /hoeloebalang, apabila/, dsb.
b. Dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/,dsb.
c. Dipisahkan, misalnya /anak-negeri/,dsb.

Ø Ejaan Suwandi mempunyai ciri-ciri khusus diantaranya:
1) Penggunaan huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophuijsen berubah menjadi /u/ seperti pada contoh guru, itu, umur.
2) Masih menggunakan huruf /dj/ djalan untuk kata jalan, /j/ pajung untuk kata payung, /nj/ bunji untuk kata bunyi, /tj/ tjukup untuk kata cukup, /ch/ tarich untuk kata tarikh.
3) Tanda Koma ain dan koma hamzah untuk bunyi sentak dihilangkan ditulis dengan k, seperti pada kata-kata tak, pak, makmur, rakyat.
4) Kata ulang masih seperti ejaan Van Ophuijsen ditulis dengan angka 2, seperti anak2, jalan2, ke-barat2-an. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di- pada ditulis, dikarang.
5) Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda, misalnya ejaan, seekor, dsb.
6) Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/ dihilangkan.dinamai’ menjadi dinamai
7) Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara
Contohnya:
a. Berlari-larian
b. Berlari2-an
8) Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara
Contohnya :

a. Tata laksana
b. Tata-laksana
c. Tatalaksana
9) Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa Indonesia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah, misalnya : /putra/ bukan /putera/, /praktek/ bukan /peraktek/, dsb.

Ø Ejaan Yang Disempurnakan mempunyai ciri-ciri diantaranya:
1) Perubahan Huruf Ejaan Suwandi dari /dj/ menjadi /j/ (jalan) ,/j/ menjadi /y/ (payung), /tj/ menjadi /c/ (cukup), /ch/ menjadi /kh/ (tarikh)
2) Huruf-huruf di bawah ini, yang sebelumnya sudah terdapat dalam Ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing, diresmikan pemakaiannya.seperti f: maaf, fakir, v: valuta, universitas, z: zeni, lezat
3) Huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai.
a : b = p : q Sinar-X
4) Penulisan di- atau ke- sebagai awalan dan di atau ke sebagai kata depan dibedakan, yaitu di- atau ke-sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan di atau ke sebagai kata depan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Contoh:
a. di- (awalan): ditulis, dibakar,dilempar dsb.
b. di (kata depan): di kampus, di rumah, di jalan dsb.
5) Kata ulang ditulis penuh dengan huruf, tidak boleh digunakan angka 2 dengan menggunakan tanda , seperti anak-anak, berjalan-jalan, meloncat-loncat dsb.
6) Penulisan kata ulang dengan menggunakan angka /2/ hanya diperkenankan pada tulisan cepat atau notula.
7) Penulisan kata majemuk harus dipisahkan dan tidak perlu menggunakan tanda hubung.
Contoh :
Duta-besar menjadi duta besar
Kaya-raya menjadi kaya raya
Tata-usaha menjadi tata usaha
8) Kata ganti ku, mu, kau, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contohnya : kumiliki, dipukul, barangmu, pacarku, dsb.
9) Partikel pun terpisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali pun yang menjadi kelompok kata.
Contohnya :
Kapan pun aku tetap menantimu
Meskipun demikian aku tak akan marah (meskipun adalah kelompok kata)
10) Penulisan kata si dan sang dipisah dari kata yang mengikutinya.
Contohnya :
Si penjual bakso bukan sipenjual bakso
Sang pujangga bukan sangpujangga
11) Partikel per berarti tia-tiap dipisah dari kata yang mengikutinya.
Contonya :
Per orang bukan perorang
Per lembar bukan perlembar

Baca Juga :

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa di share dan di bookmark ya.

Add a Comment